February 4, 2009
Hilangnya sebuah “Trah”
Sebuah keluarga besar tanpa jejak…mana mungkin bisa diketahui
kebesarannya kalau tercerai berai….tak ada link, tak ada ciri-ciri bahwa
satu sama lain mengalir darah dari leluhur yg sama.Dan mereka pada
akhirnya tak saling mengenal silsilah masing2.
Demikian itu akhirnya mereka hanya disebut anak cucu Adam dan
Hawa..tapi jalur yg jelas dari masing -masing tak diketahui…mereka
tak ingin saling tahu..akhirnya pada link generasi terpendekpun mereka
tak saling kenal…mereka hanya mengenal tiga generasi: kakek/nenek-
bapak-ibu kemudian anak-anak…
Kebesaran Sriwijaya dan Majapahitpun tak meninggalkan silsilah yg
jelas….para leluhurnya hanya meninggkalkan onggokan bangunan mati yg
hanya tinggal sebagai sejarah…tak ada yg mengklaim bahwa Borobudur
milik leluhur si”A” atau si “B”……
Itulah akhir dari suatu keluarga besar seperti “Sagipodin” “Arahman” lenyap begitu saja…ditengah pesatnya pertumbuhan Surabaya menuju kota masa depan
Tak banyak famili yg memiliki jejak para kerabatnya…kenalpun kita
begitu jauh..tak saling kenal…tak mau kenal…tak berminat
kenal..status ekonomi dan sosial kadang membuat jurang pemisah semakin
dalam…yg kaya terbebani yg miskin,kebesarnan suatu trah sdh tak memiliki nilai….tak tahu bagaimana membangun
“Trah” leluhur…. kebesaran suatu trah atau keluarga besar sdh tak punya arti….Pada akhirnya kita hidup berdekatan…tapi tak
menyadari bahwa kita sedarah.
Filed by mc-jasir at 2:16 am under Fam Tagged Sagipodin
No Comments






